Jenis Batik1. Batik TulisBatik tulis bernilai seni lebih tinggi dan bercita rasa eksklusif karena dibuat dengan menggunakan tangan. Pengerjaannya juga memakan waktu lama dengan menggunakan pelekatan lilin dan canting tulis. Proses inilah yang membuat batik tulis menjadi khas dan bernilai tinggi sehingga harganya pun menjadi lebih mahal. Bati tulis juga mengandung berbagai filosofi bahkan terkadang legenda. Di dalam batik tulis, berbagai peradaban dan budaya yang berpadu menghasilkan suatu karya batik yang sangat aktraktif dan memiliki kisah tersendiri. Bentuk desain pada batik tulis tidak memiliki pengulangan yang jelas sehingga gambar menjadi lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan batik cap atau printing. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan). Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Kain pada batik tulis akan diberi warna sehingga corak yang tergambar akan muncul pada sisi belakang kain. Pada tahap akhir, lilin akan dikupas. Proses ini dapat diulang sebanyak 20 kali, tergantung pada tingkat kesulitan, dengan tenggang waktu satu hari untuk mengeringkan kain. Proses ini sama seperti melukis, sehingga hasil lukisan tidak akan sama. Membatik tulis merupakan pekerjaan yang memerlukan energi kreatif yang menyatukan tangan, hati dan pikiran untuk memahami malam, canting, penyapuan malam, meresapkan malam sehingga menghasilkan efek yang berbeda-beda. Tidak mengherankan untuk memproduksi sepotong kain batik tulis halus dapat dibutuhkan waktu empat bulan.Batik tulis, sebagai batik dengan kualitas tinggi, memiliki segmen pasar tersendiri. Harga jual batik tulis relatif lebih mahal karena kualitasnya lebih bagus, lebih mewah dan lebih unik. 2. Batik CapBatik Cap adalah batik yang dibuat dari kain yang dihias dengan motif atau corak batik dengan menggunakan media canting cap. Canting cap adalah alat dari tembaga dimana terdapat desain suatu motif. Pada umumnya, pola pada canting cap ini dibentuk dari bahan dasar tembaga, tetapi ada pula yang dikombinasikan dengan besi. Dari jenis produksi batik cap ini pembatik bisa menghemat tenaga dan tidak perlu menggambar pola atau desain diatas kain. Cap yang masih digunakan hingga saat ini terbuat dari tembaga. Diperkirakan pertama kali cap dari tembaga dibuat pada tahun 1845. Setiap pola batik memerlukan cap yang berbeda sehingga memerlukan biaya relatif mahal untuk membuat capnya. Bentuk/desain pada batik cap selalu mengalami pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak berulang dengan bentuk yang sama dan dengan ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis. Gambar batik cap biasanya tidak tembus pada kedua sisi kain. Warna dasar kain biasanya lebih tua dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya. Hal ini disebabkan pada batik cap tidak dilakukan penutupan pada bagian dasar motif yang lebih rumit seperti halnya yang biasa dilakukan pada proses motif batik tulis.Dengan demikian waktu produksi lebih cepat dan harga jual lebih murah. Waktu yang dibutuhkan untuk sehelai kain batik cap berkisar 1-3 minggu dengan jangka waktu pemakaian berkisar 5-10 tahun. 3. Kombinasi Batik Tulis dan CapPada kombinasi batik tulis dan cap, proses pembuatan batik dapat dilakukan dengan menggunakan perpaduan anatara screen printing (sablon) atau memakai cap dengan malam atau lilin. Cara pembuatannya adalah dengan memberi warna pertama dengan menggunakan screen printing atau cap, kemudian tutup sebagian motifnya dengan canting tulis. Setelah itu, lilin pertama dilekatkan dengan screen printing dan dilanjutkan dengan proses pencelupan atau pewarnaan. 4. Batik PrintingTeknik pembuatan batik printing relatif sama dengan produksi sablon, yaitu dengan menggunakan klise (kasa) untuk mencetak motif batik di atas kain. Proses pewarnaannya sama dengan proses pembuatan tekstil biasa, yaitu dengan menggunakan pasta yang telah dicampur pewarna sesuai keinginan, kemudian dicetak sesuai motif yang telah dibuat. Batik printing dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya, hanya saja motif yang tercetak adalah motif batik. Batik ini dapat dikerjakan secara manual ataupun menggunakan mesin. Oleh karena itu batik printing merupakan salah satu jenis batik yang dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik.Secara kasat mata kita dapat membedakan batik printing dan batik tulis atau cap dengan melihat pada permukaan di balik kain. Biasanya warna kain batik printing tidak meresap ke seluruh serat kain dan hanya menempel pada permukaan kain, sehingga kain dibagian dalam masih terlihat sedikit berwarna putih. Belakangan muncul perkembangan baru pada batik printing dengan adanya metode print malam. Metode ini dapat dikatakan merupakan perpaduan antara sablon dan batik. Pada print malam, materi yang dicetak pada kain malam menempel, kemudian kain tersebut melalui proses pencelupan seperti proses pembuatan batik pada umumnya.
Thu Dec 18 2014 04:24 AM
visitor 424150
Hello.
Your Account
Rekomendasi Produk
Produk Lain
Informasi
Layanan Pelanggan
Opsi Pembayaran
Stay Connected
SUBSCRIBE NEWSLETTER
I wanna receive news on my email
© Copyright 2013 desabatik.com. All Rights Reserved
Powered By Inti Karya Teknologi